Jahe (Zingiber officinale) termasuk dalam suku
Zingiberaceae (temu-temuan), Nama ilmiahnya adalah zingiberi, William
Roxburgh yang member nama temu-temuan tersebut. Jahe adalah tanaman rimpang
yang termasuk dalam rempah-rempah dan sering digunakan sebagai bahan obat.
Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan
pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron.
Jahe
diperkirakan berasal dari India.
Dari India, jahe dibawa sebagai rempah perdagangan. Kemudian pada saat Belanda
menjajah Indonesia, jahe menjadi rempah yang populer di Eropa karena rasa pedas
dan hangat yang dihasilkan.Jahe tersebar tersebar dari India sampai ke China
Jahe dikenal
dengan nama umum (Inggris) ginger atau garden ginger.. Di Indonesia jahe
memiliki berbagai nama daerah. Di Sumatra disebut halia (Aceh), beuing (Gayo),
bahing (Karo), pege (Toba), sipode (Mandailing), lahia (Nias), sipodeh
(Minangkabau), page (Lubu), dan jahi (Lampung). Di Jawa, jahe dikenal dengan
jahe (Sunda), jae (Jawa), jhai (Madura), dan jae (Kangean). Di Sulawesi, jahe
dikenal dengan nama layu (Mongondow), moyuman (Poros), melito (Gorontalo), yuyo
(Buol), siwei (Baree), laia (Makassar), dan pace (Bugis). Di Nusa Tenggara,
disebut jae (Bali), reja (Bima), alia (Sumba), dan lea (Flores). Di Kalimantan
(Dayak), jahe dikenal dengan sebutan lai, di Banjarmasin disebut tipakan. Di
Maluku, jahe disebut hairalo (Amahai), pusu, seeia, sehi (Ambon), sehi (Hila),
sehil (Nusalaut), siwew (Buns), garaka (Ternate), gora (Tidore), dan laian
(Aru). Di Papua, jahe disebut tali (Kalanapat) dan marman (Kapaur). Adanya nama
daerah jahe di berbagai wilayah di Indonesia menunjukkan penyebaran jahe
meliputi seluruh wilayah Indonesia. Karena jahe hanya bisa bertahan hidup di
daerah tropis, penanamannya hanya bisa dilakukan di daerah katulistiwa seperti Asia Tenggara,Brasil, dan Afrika. Saat ini Brasil menjadi pemasok jahe terbesar
di dunia.
Dalam
sistematika tumbuhan, tanaman jahe termasuk dalam kingdom Plantae, Subkingdom
Tracheobionta, Superdivisi: Spermatophyta, Divisi: Magnoliophyta/Pteridophyyta,
Subdivisi: Angiospermae, Kelas: Liliopsida-Monocotyledoneae, Subkelass:
Zingiberidae, Ordo: Zingiberales, Suku/Famili: Zingiberaceae, Genus: Zingiber
P. Mill. Species: Zingiber officinale (Roscoe, 1817) (US National Plant
Database 2004). Batang jahe merupakan batang semu dengan tinggi 30 hingga
100 cm. Akarnya berbentuk rimpang dengan daging akar berwarna kuning
hingga kemerahan dengan bau menyengat. Daun menyirip dengan panjang 15 hingga
23 mm dan panjang 8 hingga 15 mm. Tangkai daun berbulu halus. Bunga
jahe tumbuh dari dalam tanah berbentuk bulat telur dengan panjang 3,5 hingga
5 cm dan lebar 1,5 hingga 1,75 cm. Gagang bunga bersisik sebanyak 5
hingga 7 buah. Bunga berwarna hijau kekuningan. Bibir bunga dan kepala putik
ungu. Tangkai putik berjumlah dua.
Jahe tumbuh subur di ketinggian 0 hingga 1500 meter di atas permukaan laut, kecuali jenis jahe gajah di ketinggian 500 hingga 950 meter. Untuk bisa berproduksi optimal, dibutuhkan curah hujan 2500 hingga 3000 mm per tahun, kelembapan 80% dan tanah lembap dengan PH 5,5 hingga 7,0 dan unsur hara tinggi. Tanah yang digunakan untuk penanaman jahe tidak boleh tergenang.
Jahe tumbuh subur di ketinggian 0 hingga 1500 meter di atas permukaan laut, kecuali jenis jahe gajah di ketinggian 500 hingga 950 meter. Untuk bisa berproduksi optimal, dibutuhkan curah hujan 2500 hingga 3000 mm per tahun, kelembapan 80% dan tanah lembap dengan PH 5,5 hingga 7,0 dan unsur hara tinggi. Tanah yang digunakan untuk penanaman jahe tidak boleh tergenang.
Terdapat tiga
jenis jahe yang populer di pasaran, yaitu:
1.
Jahe
gajah/jahe badak
Merupakan jahe yang paling
disukai di pasaran internasional. Bentuknya besar gemuk dan rasanya tidak
terlalu pedas. Daging rimpang berwarna kuning hingga putih.
2.
Jahe
kuning
Merupakan jahe yang banyak
dipakai sebagai bumbu masakan, terutama untuk konsumsi lokal. Rasa dan aromanya
cukup tajam. Ukuran rimpang sedang dengan warna kuning.
3.
Jahe
merah
Jahe jenis ini memiliki kandungan
minyak atsiri tinggi dan rasa paling pedas, sehingga cocok untuk bahan dasar
farmasi dan jamu. Ukuran rimpangnya paling kecil dengan kulit warna merah,
serat lebih besar dibanding jahe biasa.
Secara umum
kandungan jahe adalah pati, minyak atsiri ( seskuiterpen, zingiberen, bisabolena,
lemonea, sincolasitral, zingeron, oleoresin, kamfena, borneal, fulandrea )
sagaat, gingerol, dammar, asam organic, serat, sejumlah kecil protein, vitamin
A, B, dan C, mineral, enzim proteolitik yang disebut zingloain, senyawa
flavonoid dan polfenol.
Rasa pedas pada
jahe segar berasal dari kelompok senyawa gingerol yang merupakan senyawa
turunan fenol, sedangkan rasa pedas jahe kering berasal dari dari senyawa
shogarl yang merupakan hasil dehidrasi dari gingerol. Menurut penelitian
senyawa gingerol terbukti mempunyai aktivitas sebagai anti piretik, anti tusif,
anti hipertensif, anti inflamasi, analgesic, anti tumor, anti kanker, anti
oksidan, dan anti fungal.
Manfaat jahe :
· Menghambat
taschevia coli penyebab diare
· Menghambat
bakteri klebsiella pneumonia
· Menghambat
bakteri salmorella
hnyphimurivan
· Menghambat
bakteri emtirocococcas fecalis
· Menghambat
bakteri staphylococcus
aeareces
· Jahe
dapat mengurangi resiko penyakit jantung dan meningkatkan performa jantung
· Mengurangi
berat badan
· Mengurangi
mual dan muntah
· Mengobati
penyakit diabetes, hipertensi, dan kolesterol
· Anti
piretik,anti tusif, hipertensif, anti inflamasi, analgesic, anti fungali, anti
tumor, anti kanker, anti oksidan, menghambat pertumbuhan bakteri dan virus
dalam tubuh.
khasiat jahe akan lebih terasa bila dicampur bersama bahan-bahan lainnya seperti jeruk lemon, kulit kayu secang, bawang putih atau bahan lainnya.



0 Response to "MANFAAT JAHE"
Posting Komentar